Senin, 10 Juni 2013

Adaptasi dengan Keluarga Pasangan



Ada banyak kondisi yang sebetulnya tidak perlu Anda masukkan menjadi bahan pemikiran Anda, khususnya terkait obrolan di sekitar yang memang tidak jelas dasarnya dan terkesan miring. Meskipun orang-orang tersebut adalah bagian dari keluarga besar suami, merisaukan segala omongan mereka tentang Anda tak akan ada habisnya. Tak ada cukup waktu untuk memikirkan semuanya dan Anda akan pusing sendiri.
Belajarlah fokus hanya untuk kehidupan Anda bersama pasangan dan membina hubungan baik dengan keluarga besar. Konflik dengan keluarga besar adalah hal yang umum. Yang terpenting, Anda tak terpicu untuk terlibat konflik dan menjaga jarak aman. Toh, dengan saudara kandung dan orang tua saja kita bisa berkonflik, apalagi dengan ipar atau mertua.

Pisahkan diri Anda dari urusan terkait keluarga besar suami. Ketika mertua menanyakan kepulangan kakak ipar, Anda bisa menganjurkan mertua menanyakan langsung kepada yang bersangkutan karena memang bukan otoritas Anda. Begitu juga tentang urusan harta bersama keluarga besar. Anda tak perlu terlibat atau melibatkan diri, meski hanya dalam bentuk omongan dan pemikiran.




Pemisahan ini penting, untuk menunjukkan bahwa ada urusan Anda dan suami, juga urusan suami dengan keluarga besar, sama seperti urusan suami dengan pekerjaan. Anda sangat bisa untuk tak menceburkan diri. Memang, tinggal bersama memudahkan Anda ‘tercebur’ dalam persoalan keluarga besar mereka. Namun, seiring waktu, Anda akan terlatih untuk lebih menguasai keadaan dan menikmati hidup seperti bayangan Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar