Selasa, 04 Juni 2013

Wanita Ini Mengeluh Karena Terlalu Cantik


Chicago (CiriCara.com) – Siapa bilang menjadi cantik itu merupakan kebahagiaan bagi setiap wanita? Dana Adiva (dtrtministries) Dana Adiva, seorang wanita asal Chicago, AS, mengeluhkan masalah yang datang karena penampilannya yang cantik. Dia merasa hidupnya diwarnai kesengsaraan karena dia terlalu cantik. 

Wanita berusia 21 tahun yang berprofesi sebagai pegulat profesional ini sulit mendapatkan kekasih dan terpaksa berhenti sekolah sewaktu SMA karena teman-teman perempuannya terus-terusan melakukan perisakan (bullying) lantaran cemburu. Adiva menceritakan kisahnya ini dalam seri dokumenter MTV bertajuk True Lives. Seperti dilansir The Sun, Adiva bercerita dalam seri dokumenter tersebut, “Aku mendapatkan apa yang aku mau dan aku diperlakukan layaknya seorang putri.” “Aku tak perlu menjadi pintar, karena aku sudah punya penampilan,” tambahnya. 

Namun, Adiva mengaku penampilannya itu juga menjadi kendala. Di sekolah, banyak lelaki yang tertarik padanya namun dia tidak bisa bersosialisasi dengan siswa wanita. “Aku mendapatkan banyak perhatian dari para lelaki, tapi aku tak bisa bergaul dengan para wanita. Mereka sangat cemburu padaku,” ujarnya. “Aku mendapatkan surat kebencian. “Kondisinya sangat buruk, hingga aku memutuskan berhenti bersekolah,” tambahnya. Adiva mengaku pernah mencoba menyembunyikan kecantikannya dengan mewarnai rambutnya dan mengenakan kacamata. 

Tapi kini dia memutuskan untuk menerima kecantikannya. Bahkan dia tengah berpikir untuk melakukan operasi pembesaran payudara. Adiva bukan wanita pertama yang pernah merasakan kesusahan dalam hidup karena merasa berpenampilan menarik. 

Eimear O'Hagan  Elmear O'Hagan

London (CiriCara.com) – Laura Fernee, seorang wanita berusia 33 tahun asal London, Inggris, mengaku kecantikannya yang luar biasa membuatnya sulit menjalani hidup. Fernee merupakan sarjana sains yang mengaku terpaksa berhenti bekerja karena kecantikannya mendatangkan kutukan. Dia mengungkapkan, tubuhnya yang langsing dan wajahnya yang cantik menarik perhatian rekan-rekan kerja pria dan rekan perempuannya menjadi cemburu terhadap kecantikannya. 

Penampilannya yang sangat menarik dia sebut membuatnya selalu di-bully dan diusik. “Aku tidak malas dan bukan bimbo. Kenyataannya, penampilanku yang baik mendatangkan masalah yang besar bagiku bila menyangkut pekerjaan, jadi aku membuat keputusan bahwa aku tidak cocok bekerja saat ini. Ini bukan salahku…aku tak bisa berbuat apa terhadap penampilanku,” ungkapnya. Eimear O’Hagan Fernee mengaku rekan-rekan prianya hanya tertarik pada penampilannya. Padahal ia sebenarnya ingin dikenal karena prestasi dan profesionalismenya. “Tapi yang mereka lihat hanya wajah dan tubuhku,” ujar Fernee. “Bahkan ketika aku sedang berada di laboratorium tanpa dandanan, mereka masih saja mendatangiku karena kecantikan alami yang aku miliki. Tak ada yang bisa aku lakukan untuk menghentikannya,” lanjut Fernee. 

Fernee belajar ilmu medis dan sains hingga level doktor dan mulai bekerja di laboratorium pada 2008. Namun ia mengungkapkan ia terpaksa berhentu tuga tahun kemudian karena perlakuan yang ia terima. “Mereka (wanita lain) berasumsi bahwa karena aku cantik, maka aku bodoh, sehingga tidak menganggapku serius pada awalnya, dan karena mereka merasa terancam, mereka cemburu terhadap penampilanku,” kata Fernee. Ia menjelaskan mereka lebih membencinya setelah sadar bahwa hasil kerjanya sangat baik, bahkan mungkin lebih baik dari mereka. 

Saat ini Fernee tinggal di apartemennya di Notting Hill, London, Inggris. Ia mendapatkan uang bulanan dari kedua orangtuanya untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Setiap bulan, Fernee menghabiskan £2,000 untuk sewa apartemen, £1,500 untuk desainer baju, sepatu, dan tasa tangan, serta £700 untuk potong rambut. Selain itu, ia juga mengeluarkan £1,000 untuk bersosialisasi selama sebulan dan £80 per minggu untuk menjaga kebugaran. (hp) Daily Mail

Tidak ada komentar:

Posting Komentar