Sabtu, 30 November 2013

Melihat Kerennya Kantor Google Indonesia

  

KOMPAS.com — Dari semua perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, kantor Google mungkin adalah salah satu yang paling menarik dikunjungi. Raksasa mesin pencari ini dikenal memiliki budaya kerja unik, di samping royal menebar berbagai macam fasilitas untuk karyawannya agar betah berkarya.
Tak terkecuali Google Indonesia, yang belakangan ini pindah ke kantor baru di bilangan Senayan, Jakarta. Hari Rabu (27/11/2013), perwakilan Google untuk wilayah Indonesia tersebut mengajak sejumlah jurnalis untuk melongok bagian dalam markasnya itu, termasuk Kompas Tekno.

Nah, seperti apakah kantor Google Indonesia? Ikuti hasil penjelajahan Kompas Tekno berikut ini.

"Gelora Asmara"

"Kantor ini baru selesai direnovasi minggu lalu, suasananya sengaja dibuat agar memudahkan tim-tim kecil dalam Google untuk berdiskusi, tanpa harus menunggu dipanggil oleh bos, misalnya," ujar Country Head Google Indonesia Rudy Ramawy ketika memberikan pengantar untuk mengawali tur singkat Google.
oik yusuf/ kompas.comLounge dan area lobi di kantor Google Indonesia
Memang, terkait urusan diskusi, Google menyediakan macam-macam sarana. Di samping perlengkapan teleconference, kegiatan rapat pun bisa dilakukan di banyak ruang rapat berbeda ukuran yang bertebaran di kantor ini. Tinggal pilih mana yang menyediakan jumlah bangku yang cocok.

Tiap-tiap ruang tersebut memiliki nama yang unik, beberapa terdengar cukup nyeleneh seperti "Gudang Rezeki", "Pangkalan Ojek", dan "Gelora Asmara". Rudy mengaku nama-nama tersebut diusulkan oleh para karyawan Google dan dimaksudkan untuk mengundang rasa penasaran.
oik yusuf/ kompas.com
Plang nama salah satu ruang rapat
"Biasanya pengunjung atau karyawan Google dari negara lain akan bertanya apa artinya, lalu kami akan menjelaskan makna nama-nama tersebut agar mereka lebih mengenal budaya Indonesia," papar Rudy, sembari menambahkan bahwa tim Google sengaja tak memilih nama yang umum. "Soalnya, kalau cuma nama yang terkenal seperti 'Bromo' kan bisa langsung cari di Google dan diketahui itu apa". Sayang, dia kurang merinci alasan di balik penamaan ruang "Gelora Asmara".

Ketika para karyawan ingin ngobrol dalam suasana yang lebih santai pun, kantor Google menyediakan semacam lounge untuk diskusi. Tempat ini terletak di sebuah teras di atas area resepsionis dan menyediakan pemandangan langsung ke jantung kota Jakarta, mengarah ke Jalan Asia Afrika dan Stadion Utama Gelora Bung Karno.
oik yusuf/ kompas.comLemari pendingin berisi berbagai jenis minuman (kiri) yang tersebar di beberapa titik di kantor Google Indonesia, serta area diskusi dengan kasur dan bantal
Di sini terdapat beberapa meja, sofa, dan kursi yang ditata dalam beberapa ruang terbuka. Ada pula tempat rapat unik yang tidak berisi kursi, tetapi kasur dan bantal dengan susunan berundak mirip sawah di pegunungan.

Ingin lebih santai lagi? Ada area bermain yang dilengkapi beberapa alat hiburan seperti konsol Xbox 360, lengkap dengan perangkat motion control Kinect. Bermain tampaknya sama sekali bukan hal yang tabu di kantor Google. Sebaliknya, kegiatan ini malah difasilitasi.
oik yusuf/ kompas.com
Konsol game Xbox 360 turut disediakan sebagai sarana refreshing
Cetakan batik

Sebagai perwakilan di Indonesia, tak aneh jika Google berusaha menyertakan elemen-elemen budaya Indonesia dalam desain kantornya.

Hal tersebut antara lain terwujud dalam gambar tokoh wayang Punakawan, yaitu Semar, Petruk, Bagong, dan Gareng yang mejeng di panel kaca besar salah satu ruang rapat.
oik yusuf/ kompas.com
Tokoh Punakawan di kaca pembatas salah satu ruang rapat
Rudy sendiri mengaku juga menyumbang ide untuk menegaskan identitas para karyawan Google di kantornya. "Usulan saya adalah meletakkan cetakan batik di logo Google di bagian resepsionis," katanya.

Ternyata ada alasan tersendiri di balik gagasan tersebut. "Karena ada kawan dari negara tetangga yang 'mengklaim' batik, mereka mendesain logo di kantor dengan elemen kain batik," ungkap Rudy, tanpa menyebutkan negara mana yang dimaksud.
oik yusuf/ kompas.com
Cetakan-cetakan batik cap aneka pola menghiasi logo Google di kantornya di Indonesia
Dengan demikian, Google Indonesia pun tampil dengan cetakan batik. Makna simbolisnya, Indonesia adalah "sumber" dari kain batik. "Kalau tidak ada cetakan, kan tidak ada batiknya," ujar Rudy. Tentu, batik sejati dibuat dengan teknik melukis malam, tetapi agaknya canting kurang praktis untuk ditempelkan di tembok.

Dari skema yang terpampang di lokasi, kantor Google memiliki cubicle berjumlah 82 buah. Saat ini, Rudy mengatakan bahwa baru separuh tempat tersebut yang terisi, semuanya terdiri dari tenaga kerja asal Indonesia. Kantor besar yang mengambil keseluruhan lantai 28 dari menara Sentra Senayan II itu pun terkesan lowong.

Hari itu para karyawan sedang berkumpul di kantin khusus yang luasnya lebih dari cukup untuk menampung mereka semua. Tentu, seperti halnya kantor Google di negara lain, tempat ini pun menyediakan makan siang dan camilan gratis.

"Kenapa gratis? Jika orang masih terusik dengan perut yang lapar, mereka tidak bisa berpikir secara inovatif dan bebas. Tak seperti perusahaan lain yang punya tambang, misalnya, modal kami hanya manusia. Maka dari itu, para karyawan pun dalam hal ini di-maintain," tutup Rudy.
oik yusuf/ kompas.com
Country head Google Indonesia Rudy Ramawy (latar depan, berbaju biru, paling kiri) berfoto bersama para karyawan Google Indonesia di kantin
Dengan berjalannya waktu, Google terus berkembang. Perusahaan ini tidak hanya fokus ke duniasearch engine, tetapi sudah membuat sistem operasi mobile, Android, hingga perangkat kacamata masa depan, Google Glass.

Dengan reputasinya yang terus meningkat, tidak heran Google menjadi target dari para pencari kerja. Google pun tidak sembarangan dalam menerima seorang karyawan. Tidak hanya disertai dengan skill yang cukup, seorang karyawan Google harus memiliki kreativitas yang tinggi.

Proses perekrutan yang dilakukan oleh Google terhadap calon karyawannya pun diketahui sangat panjang. Total, seorang calon karyawan Google bisa saja menghadapi hingga tujuh kali proses wawancara.

Pengalaman mengikuti proses perekrutan karyawan Google sempat dituturkan oleh Andryo Haripradono dalam blog pribadinya. Warga negara Indonesia ini pernah melamar untuk Digital Media Consultant di Google Singapura. 

"Proses (perekrutan) akan memakan waktu 1 bulan lebih karena kira-kira untuk posisi yang saya ini akan diadakan 4 sampai 5 wawancara," tulis Andryo dalam blog-nya, www.andryo.com.

Saat proses tersebut, kebetulan Andryo sedang bekerja di Sydney, Australia. Hal tersebut membuat Aryo tidak bisa memenuhi panggilan Google untuk melakukan wawancara di Singapura. Namun, akhirnya wawancara bisa dilakukan melalui telepon dan juga video conference.

Dalam wawancara pun, terkadang tim pewawancara Google akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan abstrak yang sangat sulit untuk dijawab. Sayangnya, contoh pertanyaan tersebut tidak bisa disebutkan karena si calon karyawan harus menandatangani perjanjian non-disclosure agreement untuk tidak membocorkan informasi apa pun.

"Cukup sulit pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan. Kebanyakan pertanyaannya bukan tentang hal-hal yang bisa dipelajari, tapi lebih ingin melihat seberapa kreatifnya saya," lanjut Andryo. 

Walaupun semua proses wawancara tersebut berlangsung lancar, belum tentu seorang calon bisa langsung diterima. Calon tersebut harus menunggu penilaian akhir dari Google pusat.

"Ternyata 5 wawancara itu baru hanya setengah jalan. Mereka harus mengirimkan profile saya ke Google di Amerika, untuk dinilai oleh hiring committee," ungkap Andryo.

Sayangnya, Andryo tidak diterima oleh Google. Walaupun memiliki pengalaman yang baik di bidang digital media dan online marketing, Google tak menerima Andryo karena baru bekerja selama 3 bulan di tempatnya bekerja hingga saat ini.

 Perusahaan mana yang tidak ingin karyawannya setia, produktif, dan betah bekerja di kantor? Karena itulah, perusahaan yang baik dan sehat pasti berusaha menjaga iklim kerja dan semangat para karyawannya dengan memberikan tunjangan serta fasilitas terbaik bagi mereka. 

Hal ini pun dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang berbasis di Silicon Valley, California, AS. Salah satunya adalah Google.

Selain dikenal baik hati kepada para karyawannya, Google juga menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling diincar oleh para pencari kerja. Betapa tidak? Tunjangan-tunjangan serta fasilitas yang diberikan oleh perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini mampu menjamin para karyawannya hidup senang, tenang, dan berkecukupan. Tampaknya tak ada hal lain yang perlu dikhawatirkan oleh para Googler (karyawan Google), kecuali pekerjaan mereka. 

Apa saja fasilitas yang bisa dinikmati oleh para Googler? 

Google menyediakan transportasi gratis bagi para Googler yang tinggal di sekitar Mountain View, dekat dengan lokasi Googleplex (kantor Google). Google juga menyediakan fasilitas pangkas rambut gratis di kantor bagi para karyawannya yang sibuk. Mereka tak perlu pergi ke salon sendiri dan antre untuk memangkas rambut atau poninya yang sudah mulai panjang.

Agar para Googler bisa benar-benar beristirahat di akhir pekan, Google menyediakan fasilitaslaundry dan layanan dry cleaning di kantornya. Jadi, bukan hal aneh jika setiap akhir pekan para karyawan membawa pakaian kotornya ke Googleplex.

Di Googleplex, karyawan juga bisa bersantai sambil bermain ping pong, biliar, dan foosball alias tablefootball. Meja-meja permainan ini terletak di beberapa tempat dalam gedung. Bagi para Googler yang hobi "berolahraga jempol", Google juga menyediakan perlengkapan video game

Kalau mau, karyawan Google boleh membawa hewan peliharaannya ke kantor. Akan tetapi, yang satu ini rasanya sulit jika ingin sering dilakukan karena bekerja sambil mengawasi hewan peliharaan bukan hal yang mudah dilakukan. Untuk menyambut akhir pekan, setiap Jumat, para Googler biasa berkumpul bersama sambil minum bir dan anggur gratis. 

Seru, tetapi itu belum apa-apa. Masih banyak tunjangan dan fasilitas yang dapat dinikmati oleh para Googler. Daftarnya dilansir oleh Business Insider dan pasti membuat Anda bermimpi untuk bekerja di sana. 

Makanan dan minuman gratis

Makan siang gratis di kantor karyawan mungkin hal yang sudah biasa di banyak kantor. Nah, di Googleplex, selain makan siang, sarapan dan makan malam pun selalu tersedia bagi karyawan. Ini karena lokasi kantor Google agak jauh dari restoran. Fasilitas yang satu ini membuat para Googler bisa menghemat waktu dan uang mereka. 

Googleplex juga dilengkapi dapur-dapur kecil yang menyediakan kopi, snack, dan minuman bagi para karyawan. Dapur-dapur itu ditempatkan berdekatan dengan ruang kerja karyawan agar Googler tak perlu pergi jauh dari mejanya untuk mengambil makanan. Intinya, perut para penghuni Googleplex dijamin selalu kenyang.

Jaminan kesehatan 

Agar karyawannya tetap bugar, Google menyediakan gym dan kolam renang di lingkungan kantornya. Tak tanggung-tanggung, kolam renang itu dijaga oleh petugas khusus untuk memastikan keselamatan para penggunanya. Karyawan Google yang tidak enak badan atau terluka saat bekerja juga bisa membuat janji dengan dokter di Googleplex. 

Meskipun bekerja di Google terlihat sangat menyenangkan, para karyawan juga punya tanggung jawab yang besar dan dituntut untuk berkinerja baik. Karena itu, pekerjaan juga bisa membuat mereka pusing. Namun, ketika sukses menyelesaikan suatu proyek dengan baik, mereka bisa menikmati bonus pijat selama 1 jam dari therapist yang disewa Google.

Aturan 80/20

Aturan Google yang satu ini sangat terkenal. Google menuntut para karyawannya untuk menghabiskan 80 persen waktu kerja di kantor untuk mengerjakan pekerjaan mereka, dan meluangkan 20 persen sisanya untuk mengerjakan proyek khusus sesuai passion mereka. Artinya, dalam waktu kerja standar selama seminggu, ada satu hari penuh yang dapat mereka gunakan untuk mengerjakan proyek di luar pekerjaan utama mereka.

Google banyak mengembangkan teknologi masa depan di Google Labs. Menurut Google, kebanyakan teknologi canggih itu justru berawal dari proyek-proyek "sampingan" para karyawan dalam program 20 persen itu.

Bertemu banyak orang pintar

Karyawan Google adalah orang-orang yang pintar. Di Googleplex, mereka juga terbiasa bertemu dan bekerja dengan orang-orang pintar lainnya, termasuk Larry Page dan Sergey Brin. Googler juga sudah terbiasa bertemu dan bekerja dengan para pemimpin, pemikir, dan seleb di industri teknologi. 

Meskipun para karyawannya sudah pintar, Google tetap mendorong mereka untuk selalu belajar. Salah satu buktinya, pintu kamar mandi dan bagian atas urinoir dalam toilet kantor mereka dihiasi berbagai puzzle dan tips seputar coding. Rupanya para Googler juga percaya bahwa toilet merupakan salah satu tempat terbaik untuk menemukan inspirasi.

TechStop

TechStop adalah unit tech-support yang dijaga oleh para spesialis TI terbaik di Googleplex. Di sana, para karyawan yang mendapat kesulitan berhubungan dengan hardware dan software bisa meminta pertolongan. TechStop buka 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Urusan TI sepele sekalipun akan dilayani di tempat ini, termasuk ketika karyawan lupa membawa charger laptop-nya ke kantor. 

Cuti melahirkan dan punya anak

Pepatah "banyak anak banyak rezeki" tampaknya berlaku bagi para Googler. Sementara kantor-kantor lain hanya memberikan cuti melahirkan kepada para karyawan perempuan, Google juga bermurah hati memberikan cuti "menyambut anak" bagi para karyawan laki-lakinya. 

Google memberikan hadiah "libur" selama 6 minggu, dan tetap digaji, kepada Googler laki-laki yang istrinya melahirkan. Sementara itu, kepada Googler perempuan yang baru melahirkan, Google memberikan libur selama 18 minggu setelah sang anak lahir. 

Bukan itu saja. Setelah kelahiran sang anak, karyawan juga mendapatkan bonus untuk meringankan biaya-biaya membeli kebutuhan bayi. Setelah sang ibu kembali bekerja, dia bisa membawa bayinya ke kantor dan menitipkannya di fasilitas Day Care yang disediakan di Googleplex.

Tunjangan kematian

Google menjamin kesejahteraan karyawannya, bahkan sampai mereka meninggal dunia. Ketika ada Googler yang meninggal dunia, perusahaan akan mencairkan asuransi jiwa karyawan dan memberikannya kepada keluarga yang ditinggalkan. Google juga akan membayarkan setengah dari gaji karyawan tersebut kepada suami/istrinya yang ditinggalkan hingga 10 tahun ke depan. Selain itu, Google juga akan memberikan tunjangan sebesar 1.000 dollar AS yang diberikan setiap bulan kepada anak-anak almarhum. 

Jadi, siapa yang ingin bekerja di Googleplex?
 


Bukan kantor Google namanya kalau tidak menyediakan kantin dengan makanan gratis. Hal ini pun bisa ditemui di kantor Google Indonesia yang berlokasi di bilangan kawasan Senayan Jakarta, tepatnya di gedung Sentral Senayan II, lantai 28

Di markas Google Indonesia yang dikunjungi Kompas Tekno hari Rabu (27/11/2013) kemarin itu, para karwayan bisa pergi makan ke kantin yang bernama "Warung Mbah Google". Nama yang menarik perhatian tersebut sengaja dipilih karena mencerminkan kebiasaan pengguna Google Indonesia.

"Kita sering dengar para pengguna internet Indonesia berkata 'tanya saja sama Mbah Google' ketika mencari informasi," ujar seorang staf Google di lokasi. Jadilah istilah itu resmi digunakan sebagai nama kantin Google Indonesia, seperti halnya "Goopitiam" Google Singapura yang mengacu pada warung kopi khas negara tersebut.

Begitu melangkah masuk, nyatalah bahwa tampilan kantin Google Indonesia jauh dari kesan sederhana meski disebut sebagai "warung". Beberapa macam alat dapur elektronik seperti coffee maker dan microwave bisa ditemui di sini, di samping peralatan makan berupa piring, pisau, garpu, dan sendok.
oik yusuf/ kompas.com
Meja prasmanan yang menampung buffet makan siang
Rancangan Warung Mbah Google terlihat ceria dan segar, seperti suasana keseluruhan di kantor tersebut, dengan ubin dan bata tembok beraneka bentuk, warna-warna cerah, dan furniture modern. Pemandangan kota Jakarta di balik kaca-kaca jendela berukuran besar melengkapi pengalaman pengunjung kantin.

Makanan disajikan secara prasmanan dengan meja besar di bagian tengah yang menampung buffet makan siang. Semuanya tersedia gratis, termasuk aneka macam minuman dari lemari pendingin yang terletak berdekatan dengan meja. Beberapa meja dan kursi tempat makan disusun di sekitar meja buffet.
oik yusuf/ kompas.com
Chef Google menyajikan makan siang
Juru masak kantin ini pun ternyata bukan kakek-kakek atau nenek-nenek seperti yang mungkin terkesan dari namanya, melainkan seorang koki profesional. Menu makan siang diganti-ganti setiap hari agar tidak bosan. Hari itu, kantin menyajikan sayur bayam bening, bihun goreng, rolade daging, ikan bakar, tumis sayur, dan asinan Jakarta.

Tak ketinggalan jajanan pasar tradisional dengan pelengkap parutan kelapa, berikut irisan berbagai macam buah sebagai pencuci mulut.

Rasa makanannya sudah barang tentu cocok dengan selera Indonesia. Menurut Kompas Tekno, menu yang ada diracik dengan bumbu yang cukup terasa, termasuk asinan dan sambal yang ternyata lumayan pedas.

Di sebuah pojokan terdapat rak kayu kecil yang menampung beberapa wadah makanan warna-warni berisi aneka macam snack ala Indonesia, seperti keripik pisang, manisan buah, bahkan arum manis alias gula-gula kapas diapit dua kerupuk renyah.
oik yusuf/ kompas.comRak penampung wadah snack
"Untuk snack, akan terus di-refill dan tersedia selama 24 jam untuk mereka yang lama bekerja di kantor," terang Country Head Google Indonesia Rudy Ramawy.

Dia mengatakan bahwa Google memang selalu menyediakan makan siang gratis di semua kantornya agar para karyawan tak dipusingkan oleh urusan perut dan bisa berpikir dengan lebih kreatif.

Sesuai dengan filosofi Google, semua hal di kantor dilaksanakan secara self service. Mengambil makanan harus dilakukan sendiri, begitupun dengan mengembalikan  piring kotor ke tempat yang sudah disediakan. Ini pula sebabnya, di tempat itu tak ada office boy yang bisa diminta membuat kopi atau membeli makanan.


http://tekno.kompas.com/read/2013/11/28/1018222/Melihat.Kerennya.Kantor.Google.Indonesia
http://tekno.kompas.com/read/2012/10/19/18090542/panjangnya.proses.jadi.karyawan.google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar